Nama: Desi Anggraini
Nim: 11912049




KEGIATAN lITERASI




Pada hari jum'at atau tepatnya pada tanggal 8 oktober 2019, saya dan teman-teman saya menghadiri sebuah event literasi yang  diadakan dimega mall ayani pontianak.ini pengalaman pertama saya mengikuti literasi bersama teman-teman saya disini kami bukan hanya berjalan-jalan santai saja tetapi kami disini diberikan tugas oleh dosen bahasa indonesia. Kami disini menulis pengalaman menarik selama kami mengikuti kegiatan ini. Setelah kami sampai dimall kami melihat ada stan perpustakaan IAIN pontianak  dan kamipun lansung menghampiri stan tersebut dan melihat buku karangan dosen-dosen IAIN pontianak.
Beberapa menit sebelum event dimulai kami bertemu dengan pemateri yakni bapak timuran ia menyatakan bahwa buku yang dibedah tersebut sebenarnya adalah tesis beliau yang kemudian dijadikan sebuah buku. Beliau menyatakan bahwa buku tersebut merupakan satu-satunya buku yang menceritakan tentang biografi Sultan Hamid II dan sejarahnya. Setelah beberapa menit berbincang-bincang bersama beliau kami menuju ruang kegiatan. Tdaka lama setelah beliau masuk acarapun dimulai yang dibuka oleh moderator yang didahului kata-kata sambutan dan diikuti pembahasan singkat tentang tersebut. Dan moderatorpun mempersilahkan pemateri yakni bapak timuran untuk mengisi kegiatan tersebut.
Bapak timuran menjelaskan tentang pembuatan lambang Negara dan Kontribusi Sultan Hamid II dalam pembentukan lambang tersebut. Ia menyontohkan pameran tersebut yang digelar selama tiga bulan. Selain tentang inventarisasi sejarah yang berkaitan dengan kalimantan barat. Ia mengaku mengubah  sejarah itu membutuhkan kerja keras. Penelusuran tersebut tudak juga melanggar norma yang berlaku serta Undang-Undang dan  nama Sultan Hamid II dimasukkan didalam Undang-Udang sebagai perancang lambang Negara. Sultan Hamid II yang bernama  asli Sultan Syarif Hamid Al-Qadrie tak akan pernah lepas dari sejarah lambang Negara Indonesia. Penelitian menunjukkan sultan ketujuh dari kesultanan pontianak itu adalah perancangnya. Beliau berkata, ada dua tahap perancangan lambang Negara yang dibuat oleh Sultan Hamid II. Tahap pertama pada tanggal 8 februari 1950, yang mengambil figure burung garuda yang digali dari metologi bangsa Indonesia. Tahap kedua pada tanggal 10 februari 1950, mengambil figure burung elang rajawali setelah sultan hamid menbandingkan dengan negara yang lain yang menggunakan figure uang sama.
Figure burung lang rajawali kemudian ditetapkan menjadi sebagai lambang Negara Indonesia Serikat pada tanggal 11 februari 1950. Beliau kemudian menjelaskan bahwa lambang Negara Indonesia bukanlah burung Garuda. Melainkan seekor burung Elang Rajawali. Beliau menyatakan bahwa burung garuda itu merupakan sebuah mitologi yang ada sejak zaman kerajaan. Kemudian beliau menjelaskan bagaimana Sultan Hamid merancang lambang negara sultan hamid merancang lambang negara itu menggunakan dua tahap, pertama beliau merancang lambang negara dengan desain burung garuda lalu mengajukan kepada panitia pembentuk lambang negara, namun itu ditolak oleh Mr.Muhammad Yamin. Kemudian Sultan Hamid II mendesain ulang lambang negara sehingga akhirnya menjadi lambang negara  yang kita ketahui saat ini. Sebuah fakta yang diketahui oleh bapak timuran ialah terbitnya buku ini merupakan pengalaman wasiat yang diberikan oleh Sultan Hamid II sendiri sebelum meniggal. Sultan Hamid II berpesan," jangan ada garuda pancasila sebelum perancangnya diakui".
Dan setelah panjang lebar setelah menjelaskan tentang pembentukan lambang negara tersebut, kemudian pemateri menutup materi yang disampaikannya dan moderatorpun membuka sesi tanya jawab dan sampai selesai.
Setelah acara ini selesai saya dan teman-teman saya tidak lansung pulang melainkan kami berjalan jalan sekitar mall dan setelah itu kamipun pulqng kerumah masing-masing


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Observasi lapangan